JENIS BENANG DAN RAJUTAN BAHAN KAOS

Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang maupun tipe rajutan pada kain kaos berbeda-beda.

JENIS BENANG

1. BENANG 20S.

Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

JENIS RAJUTAN

1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20′S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single. Penggunaan hanya satu permukaan atau kaos tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan). Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20′D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah). Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik. Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil. Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.

4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset / belah. Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).

5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik. Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

JENIS BAHAN KAOS

Meskipun hampir setiap hari mengenakan kaos, banyak yang belum mengetahui jenis kain atau bahan pembuat kaos. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis kaos, sering kali susah membedakan bahan kaos antara satu dengan yang lainnya. Jika anda mengalami hal serupa, jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian.

Jenis bahan kaos yang beredar di pasaran sangat banyak. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, TC, PE, Hyget.

1. COTTON, ada 2 macam berdasarkan spesifikasi benang:

A. COTTON COMBED:
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata

B. COTTON CARDED:
Serat benang kurang halus.
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.

Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

2. TC (TETERON COTTON)

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. POLYESTER dan PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya

5. HYGET

Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai

Jenis bahan kaos diatas umumnya digunakan untuk kaos oblong. Sedangkan untuk kaos berkerah atau biasa disebut kaos polo, biasanya digunakan bahan PIQUE. Bahan ini biasa disebut LACOSTE. LACOSTE sendiri adalah merek kaos yang banyak menggunakan bahan ini. Selain lacoste, yang banyak menggunakan jenis bahan ini adalah POLO RALPH LAUREN.

Perlu diketahui bahwa masing-masing pabrik bahan kaos menghasilkan kualitas produk yang berbeda. Artinya, sama-sama cotton combed, dari pabrik A, bisa berbeda dengan pabrik B, dan produk dari toko kain A bisa jadi berbeda dengan toko kain B.

Penamaan jenis bahan kaos juga berubah-ubah dan kadang menyesatkan. Hal ini bisa terjadi karena ketidak mampuan konsumen untuk membedakan jenis bahan kaos secara tepat. Misalkan, seorang pembeli kaos masuk ke salah satu toko kain di Tanah Abang Jakarta dan hendak membeli cotton combed. Kebetulan saat itu stock cotton combed di toko tersebut tidak ada. Bilanglah si pemilik toko: ”pake ini aja nih.. Semi Combed, kualitas sama harga lebih murah” dan si pembeli pun menurut. Alhasil, muncullah istilah baru: Semi Combed. Usut punya usut, ternyata yang disebut Semi Combed itu adalah Cotton Carded!. Dengan motif serupa, muncul istilah-istilah bahan yang baru seperti Soft Combed, Carded Super, Super Combed, Cotton kualitas A, PE super, dan lain-lain.

PROSES SABLON KAOS DIGITAL

Setiap teknik cetak memerlukan pemahaman design yang baik dan benar, termasuk dalam teknik cetak sablon digital, pemahaman ini berfungsi untuk membuat design kita cocok dengan teknik sablon digital. Jadi sejago apapun anda sebagai designer tapi kalo anda tidak paham dengan teknik cetak apa akan dicetak maka bisa dipastikan hasilnya tidak akan maksimal.

Nah untuk itu kami mengajak anda untuk memahami aturan-aturan design untuk sablon digital. Dalam hal ini kami akan berikan contoh-contoh design yang cocok diterapkan untuk dicetak dengan teknik sablon digital sehingga akan lebih jelas bagi anda yang ingin memesan produk kami. Pembahasan sablon digital disini adalah sablon digital yang berbasis transfer paper bukan direct print on t-shirt atau mesin DTG (Direct To Garment).

Berikut hal-hal tentang design yang harus diperhatikan ketika akan dicetak menggunakan teknik sablon digital :

A. FORMAT WARNA

Kita ambil contoh yang simpel saja dalam hal ini, masalah warna, jika kita menggunakan printer dekstop semacam epson R230, epson T11,dsb maka format warna kita adalah RGB akan tetapi jika kita menggunakan mesin plotter seperti ROLAND atau MUTOH maka format warna kita adalah CMYK. Jika format warna ini tidak kita perhatikan maka hasil cetakpun tidak akan maksimal. Kami sarankan design anda dalam format CMYK agar hasil cetakan lebih mendekati warna yang anda inginkan.

B. BATASAN YANG JELAS

Design untuk sablon digital harus memiliki batas yang jelas antara gambar dengan warna bahan kaos, jika tidak ada batasan yang jelas maka akan susah menentukan batasan cutting/pemotongan sehingga hasil sablon akan terlihat kaku atau nge-blok tidak jelas.

C. UKURAN DESIGN

Sablon digital berbasis transfer paper saat ini masih memerlukan proses cutting atau pemotongan, dimana bagian yang tidak kita inginkan atau tidak perlu kita buang sedangkan bagian yang ada warna atau designnya kita press di atas permukaan kain. Proses pemotongan ini bisa secara manual maupun digital, dengan cara manual biasanya untuk design-design yang simpel sedangkan untuk design yang rumit ataupun mudah tapi memerlukan kerapian tinggi semisal (sablon huruf atau tulisan) menggunakan mesin cutting plotter.

Proses pemotongan baik secara manual maupun digital memiliki keterbatasan ukuran, untuk itu anda harus memperhatikan bahwa design yang akan kita potong masih dalam range kemampuan alat potong kita. Biasanya ukuran terkecil yang bisa dicutting adalah sekitar 0,5cm.

D. CONTOH-CONTOH DESIGN YANG BISA DIGUNAKAN DALAM TEKNIK SABLON DIGITAL

Setiap teknik sablon memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing begitu juga dengan teknik sablon digital berbasis transfer paper. Kita akan memberi contoh beberapa design yang bisa dikerjakan dengan cara sablon digital dan apa kelebihannya dibandingkan dengan teknik sablon manual.

DESIGN GANTI WAJAH

Design ganti wajah atau permak wajah sangat umum dicetak menggunakan sablon digital, design ini membawa konsep merubah wajah asli (photo) menjadi kartun baik itu konsep manga, konsep stencil (satu warna) atau sketsa sehingga photo menjadi lebih unik dan menarik. Dengan konsep ini anda bisa merubah photo anda menjadi gambar kartun jepang, kartun amerika, sketsa yang tentunya akan membuat wajah anda menjadi unik dan menarik dan bisa dipastikan design tersebut pasti hanya ada satu di dunia kecuali anda memiliki saudara kembar..he..he..

Pertanyaannya apakah design seperti itu tidak bisa di cetak dengan sablon manual?. Tentunya bisa tapi kalo jumlahnya hanya 1 pcs atau jumlah warna terlalu banyak maka proses sablon manual akan lebih ribet dan mahal. Bayangkan jika ada 7 warna dalam design tersebut maka anda harus membuat 7 screen dan proses garuknya juga 7 kali, hal inilah yang menyebabkan kenapa teknik sablon digital lebih disukai untuk design-design seperti ini.

DESIGN PHOTO ATAU FULLCOLOR

Design photo atau fullcolor merupakan salah satu design yang paling rumit bila dilakukan menggunakan teknik sablon manual. Anda harus membuat 4 film untuk mencetak satu design, dimana biaya pembuatan film ini cukup mahal sehingga sangat tidak efektif bila kita hanya mencetak jumlah sedikit. Selain itu, dalam proses penyablonannya pun tetap tidak bisa halus seperti cetakan photo (pasti akan ada resolusi kasar yang terlihat).

Disinilah fungsi sablon digital diperlukan, untuk design photo atau full color memang lebih diunggulkan daripada teknik sablon manual. Kalo dulu teknik sablon digital full color hanya bisa diaplikasikan bahan poliester tapi sekarang sudah bisa diaplikasikan hampir di semua bahan termasuk katun baik di warna terang atau hitam sekaligus.

Coba anda perhatikan design tersebut, design tersebut adalah kombinasi photo dan tulisan. Dengan teknik sablon digital hanya perlu waktu 15 menit tapi akan sangat rumit jika kita menyablonnya dengan teknik manual. Disinilah design berperan, bagi para pengusaha sablon berbasis manual tentunya akan menghindari design-design seperti ini agar tidak menyulitkan proses produksi sedangkan bagi pengusaha sablon digital inilah keunggulan yang harus ditawarkan kepada klien.

PASANG PHOTO DI KAOS


Jika anda merasa memasang photo di kaos terlalu narsis maka anda bisa mengakalinya dengan cara mentracing photo anda tersebut seperti contoh di atas. Dengan model tracing maka photo anda terlihat seperti gambar kartun dan tentunya lebih menarik serta tidak narsis

Sumber: oblongdigital.web.id

PROSES SABLON KAOS

Untuk Mendapatkan Hasil cetak Sablon yang sesuai dengan keinginan Anda, maka penting untuk mengenal dan menerapkan langkah / tahapan yang benar dalam Proses Menyablon

1. Tahapan Pra Cetak, yang termasuk dalam tahapan ini adalah :

Proses Design

Proses ini berkaitan dengan ide atau gagasan anda yang diwujudkan dalam suatu suatu proses pencitraan sehingga ide / gagasan anda tersebut akhirnya memiliki bentuk yang konkret ( biasanya disebut design / artwork ).

Misalkan, anda memiliki sebuah gagasan akan sebuah gambar monyet yang sedang memakan pisang dan anda ingin menambahkan sebuah dialog lucu yang diucapkan oleh monyet tersebut. Pada saat itu, gambaran tersebut hanya ada di benak / imajinasi anda dan belum memiliki bentuk pencitraan yang konkret.

Nah tugas anda selanjutnya adalah mewujudkan gambaran tersebut kedalam bentuk yang konkret, bagaimana caranya ? ada beberapa teknik, misalnya : dengan photography ( mengambil photo monyet yang sedang makan pisang ), dengan gambar tangan ( hand drawing ), dan lain sebagainya.

Pada intinya adalah, proses design mengubah ide / gagasan anda menjadi bentuk yang lebih konkret, yang dapat dilihat oleh semua orang ( kecuali orang buta dan rabun ), dan tujuan akhirnya untuk proses menyablon adalah agar design anda tersebut dapat diolah menjadi Film / Klise Sablon.

Pembuatan Film / Klise Sablon

Sekarang anda telah memiliki design yang siap untuk dicetak, langkah selanjutnya adalah mengolahnya menjadi Film / Klise Sablon.

Proses Stencil / Afdruk

Setelah anda memiliki Film / Klise Sablon, maka saatnya untuk memindahkan gambar / image yang tercetak di film sablon tersebut ke screen, melalui apa yang disebut proses afdruk.

Persiapkan Meja Kerja anda

ini sangat penting sebelum anda memulai proses pencetakan, sehingga saat anda sedang mencetak nanti tidak akan terganggu dengan kegiatan lainnya, misalnya tiba – tiba tinta yang anda gunakan habis, atau anda lupa untuk menyediakan tempat untuk pengeringan media yang baru dicetak, dan lain sebagainya.

2. Tahapan saat Cetak

Saat mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel yang benar. Karena tugas mencetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui kain saring / screen.

Selain itu, pelajari sifat – sifat dari tinta cetak yang sedang anda gunakan, karena tidak setiap tinta memiliki karakteristik yang sama. Parameter yang mungkin anda perlu ketahui adalah : kecepatan tinta untuk mengering, biasanya ini menjadi kendala karena tinta yang mengering terlalu cepat di screen akan menghambat proses pencetakan, anda perlu melancarkan kembali pori – pori kain saring / screen yang telah tersumbat oleh tinta yang telah mengering tersebut, karena bila tidak maka hasil cetak tidak dapat terbentuk dengan sempurna.

Catatan : salah satu kelebihan dari tinta plastisol yang digunakan dalam penyablonan t-shirts adalah bahwa tinta jenis ini tidak akan mengering, bahkan bila anda meninggalkannya diatas screen dalam jangka waktu yang lama, karena tinta jenis ini membutuhkan proses curing untuk mengeringkannya.

3. Tahapan Pasca Cetak

Ada tiga hal ( bisa lebih ) yang biasanya perlu anda lakukan setelah anda selesai melakukan pencetakan, yaitu :

Proses Drying

Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami ( penjemuran – cukup diangin –anginkan saja ) atau dengan bantuan mesin ( kipas angin, blower, dsb. ).

Proses Curing

Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas ( sekitar 143 – 166 0 C ), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / GL / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya ( sekitar 110 – 130 0 C ).

Note :
Banyak praktisi sablon yang sering mengabaikan atau tidak melakukan proses ini dengan cara yang benar, sehingga mengakibatkan buruknya mutu hasil cetak. Bila hasil cetak / print ternyata pecah – pecah, luntur, pudar, dsb., mungkin ada yang salah dengan tahapan pengeringan atau curing yang anda lakukan.

Proses Burning / Pengopenan

Ada jenis – jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar / memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang sempurna

SABLON KAOS FOIL GOLD ATAU SILVER

Seperti yang sudah banyak diketahui, sablon dengan menggunakan foil akan menghasilkan desain berwarna emas atau silver yang timbul atau menonjol pada kaos, hal ini tidak bisa dilakukan dengan sablon menggunakan tinta sablon biasa. Saat ini sablon kaos dengan bahan foil semakin banyak peminatnya. Hampir di setiap mata memandang, selalu ada yang mengenakan kaos bersablon foil. Bahan foil sendiri seperti telah disebutkan diatas ada dua macam yaitu warna gold dan silver

Untuk mewujudkan design sablon dengan menggunakan bahan foil pada dasarnya meliputi dua tahap. Tahap pertama menggunakan bahan adhesive / sejenis lem. Bahan ini digunakan untuk melekatkan lapisan foil. Proses yang perlu dilakukan yaitu mencetak lapisan adhesive  ke kain kemudian mengeringkan adhesive tersebut. Pencetakan lapisan adhesive tersebut dengan menggunakan screen sablon yang telah dicetak sesuai design.

Tahap kedua menggunakan mesin hot press. Caranya adalah dengan mengepress dengan pemanasan lapisan foil pada adhesive. Foil akan melekat pada adhesive dan bagian metallic yang berkilau akan tertinggal pada desain yang telah anda buat.

Berikut ini adalah cara sablon kaos menggunakan bahan foil:

1.      Proses Desain

Buatlah desain yang ingin anda sablon pada kaos menggunakan software desain grafis seperti Corel Draw atau PhotoShop. Setelah selesai mendesain gambar yang anda inginkan, eksport file tersebut ke format *.eps dengan posisi mirror.

2.      Proses Cutting

Setelah anda save file dengan posisi mirror tersebut, kemudian import file tersebut ke software cutting pada komputer dan potong desain tersebut dengan mesin plotter.

3.      Proses Screen

Lepaskan lapisan kertas bagian belakang kemudian rekatkan pada screen. Agar mudah mengerjakan proses ini gunakan masking tape. Pastikan bagian-bagian yang tidak diinginkan ditutup dengan selotape kertas.

4.      Proses Adhesive

Letakkan screen dengan posisi menghadap ke kaos kemudian tuangkan adhesive secara merata.

5.      Proses Rackle

Gunakan rackle untuk menyapukan adhesive secara merata, tekan agak kuat dan hati-hati agar screen tidak sobek.

6.      Angkat Screen

Angkatlah screen secara perlahan dan hati-hati, jangan menggeser gambar yang menempel pada kaos.

7.      Proses Foiling

Tunggu hingga adhesive benar-benar kering, kemudian letakkan kaos pada mesin heatpress. Tutup desain gambar menggunakan lembaran foil dengan bagian yang mengkilap menghadap ke atas.

8.      Proses Pengepresan

Dengan menggunakan heatpress cetak foil pada kaos dengan suhu 130oC selama 15 – 20 detik.

9.      Proses Pelepasan Foil

Tunggu sampai bahan foil dingin setelah dipress kemudian lepaskan lapisan foil secara perlahan dan hati-hati.

10.  Selesai. Kini kaos desain anda dengan sablon bahan foil sudah siap dipakai.

Meskipun nampak indah, sablon foil memiliki kelemahan. Untuk menyatukan tinta foil ke kaos tinta foil perlu dicairkan dengan heating press. Pengepressan ini memungkinkan bagian-bagian yang terbuka akan menyusut. Dikarenakan prosesnya seperti itu, maka kaos dengan sablon foil lebih sensitive terhadap proses pencucian dibandingkan dengan jenis sablon yang lain. Bila anda mencuci menggunakan mesin cuci sebaiknya kaos dibalik terlebih dahulu sebelum dicuci, atau akan lebih aman bila dicuci menggunakan tangan dan air dingin serta deterjen yang lebih lembut. Jemur hingga kering dan hindari saat menyeterika mengenai pada foil.

PROSES SABLON KAOS GLOW IN-THE-DARK

Jika anda menginginkan desain kaos yang unik dan berbeda dengan design kaos-kaos yang telah ada di pasaran, maka anda bisa menggunakan teknik sablon khusus. Salah satunya adalah teknik sablon  glow in the dark. Dengan teknik sablon glow in the dark anda bisa mendapatkan spesial efek dari teknik sablon jenis ini yang membedakan dengan design dari teknik-teknik sablon kaos yang lain.

Teknik sablon glow in the dark bisa diaplikasikan pada kaos warna hitam atau putih dengan bahan kain dari katun. Tapi disarankan anda menggunakan kaos warna hitam untuk mencetak design kaos dengan teknik glow in the dark, karena design yang tercetak akan terlihat lebih cerah dan bercahaya. Teknik sablon ini cocok untuk t-shirt anak-anak pada saat perayaan ulang tahun atau saat acara-acara menyenangkan lainnya.

Kenapa teknik sablon ini disebut glow in the dark, sesuai dengan namanya bahwa teknik sablon ini menghasilkan sebuah design yang tercetak pada kaos terlihat bercahaya di ruangan gelap. Hal itu adalah salah satu kelebihan dari teknik sablon glow in the dark. Sesungguhnya kaos wana apapun bisa disablon menggunakan tinta glow in the dark selama  anda memberi lapisan warna putih pada kaos sebagai background sebelum memberikan tinta glow in the dark pada saat proses penyablonan secara manual.

Kekurangan dari penyablonan menggunakan glow in the dark adalah sablonan yang dihasilkan cat ini terasa tebal dan dalam pencucian sehari-hari harus lebih hati-hati.

Proses sablon manual glow in the dark pada dasarnya sama saja dengan sablon manual menggunakan lainnya. Yang membedakan adalah penambahan pelapis tinta glow in the dark atau phosphorescent.

Tahapan dalam sablon manual glow in the dark sebagai berikut:

  1. Proses Design, proses ini adalah mewujudkan design yang kita inginkan dalam bentuk gambar/tulisan ke media yang nantinya bisa dicetak ke kaos. Bisa berupa foto, gambar tangan, atau vector. Design dibuat dengan menggunakan software coreldraw atau adobe illustrator
  2. Siapkan kaosnya. Tidak perlu membuat kaos sendiri, sekarang sudah banyak yang menjual kaos polos siap sablon dengan bahan cotton combed standar distro. Salah satunya adalah kaospolosjogja disini anda bisa pilih kaos polos sesuai dengan design anda.

3.      Proses pembuatan film sablon dari design yang telah dibuat pada tahap 1 diatas.

4.      Proses Stencil, memindahkan design yang tercetak di film ke screen sablon.

5.      Proses penyablonan, dalam proses penyablonan ini yang perlu diperhatikan adalah teknik sapuan rakel yang benar, karena ini akan mempengaruhi kualitas dari sablon yang dihasilkan. Ada dua tahapan dalam proses sablon glow in the dark:

a.       Sablon dengan warna dasar

b.      Sablon dengan tinta/pasta/serbuk glow in the dark

6.      Proses pengeringan, tipe tinta glow in the dark dari plastisol atau rubber memerlukan pengeringan yang cukup lama sehingga diperlukan proses pengeringan secara khusus menggunakan  proses pemanasan.

MENGENAL PERALATAN SABLON

Sebelum kita tahu tentang teknis proses menyablon, lebih dahulu kita harus kenal beberapa peralatan dan perlengkapan yang penting dalam sablon.

Peralatan inti yang kita butuhkan beserta penjelasannya adalah:

1. Film sablon. Ini bisa dikatakan model gambar/desain/tulisan yang bakal kita tuangkan dalam obyek sablon (kaos, kertas, plastik, karton, dsb. Film ini dibikin melalui desain komputer yang diprint pake tinta laser (sebenarnya pakai tinta printer biasa bisa aja, tapi hasilnya kurang bagus/tajam). Desain sablon kebanyakan dibikin dengan program Corel ataupun Adobe.

2. Screen (baca: skrin), Ini media yang dipakai untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya bermacam-macam, misalnya ada screen yang berukuran 30×40cm, 20×30 cm, sampai ada screen ukuran “raksasa” yang biasa dipakai untuk bikin spanduk.

3. Rakel. Ini temannya Screen, gunanya untuk mengkuaskan tinta sablon yang ada di Screen supaya tercipta gambar di obyek sablon. Bahannya dari karet yang diberi pegangan kayu memanjang.

4. Tinta sablon. Bermacam-macam jenis dan nama tinta bergantung dari sablonan apa yang mau kita bikin. Tinta yang buat sablon tentu saja ada banyak macamnya. Ada juga tinta sablon kaos yang bisa bikin timbul setelah kita setrika.

5. Cairan-cairan pencampur. Ini gunanya untuk mencampurkan tinta agar sesuai dengan tingkat kekentalan and warnanya. Bisa cairan M3, M3 Super, tinner, minyak tanah, dan sebagainya.

6. Meja sablon. Tentunya kalo kita mau menyablon perlu meja sablon untuk meletakkan obyek sablonannya. Meja sablon ini terbuat dari rangka besi atau kayu. Di bagian atas adalah kaca transparan, dan dibawahnya diletakkan lampu neon agar bisa terlihat jelas saat menyablon.

7. Hair dryer. Jangan kira alat ini hanya dipakai di salon saja. Ini berguna untuk mengeringkan sablonan, apalagi pada saat musim hujan yang jarang ada sinar matahari terik.

8. Lampu Neon, temannya meja sablon. Diletakkan di bawah kaca meja yang ditempel dengan rangka besi ataupun kayu.

9. Tempat penjemuran. Ini bisa berupa kayu panjang berukuran 1,5 meter untuk tempat menjemur kaos yang sudah disablon agar cepat kering. Jumlahnya tergantung banyaknya kaos yang disablon. Peran sinar matahari terik sangat dibutuhkan agar proses pengeringan lebih cepat.

10. Beberapa peralatan pendukung. Seringnya kita lebih banyak membutuhkan beberapa peralatan pendukung agar menyablon lebih mudah dan cepat. Banyak peralatan yang kadang tak terpikirkan malah bisa membantu proses menyablon ini.

September 14, 2007

PROSES AFDRUK / PEMINDAHAN GAMBAR KE DALAM SCREEN PADA SABLON KAOS

PEDOMAN MENGAFDRUK  (Pemindahan gambar ke dalam screen sablon):

Pemindahan gambar pada permukaan screen adalah sama, meskipun sumber cahaya yang dipergunakan berbeda. Demikian pula penggunaan obat afdruk untuk berbagai macam kebutuhan adalah sama walaupun rumusan pembuatannya berbeda. Berikut adalah proses pengafdrukan di kamar gelap:

1. Pengolahan obat afdruk (kamar gelap)

Gelatine bichromat 1 sendok + air panas 4 sendok dilarutkan. Jika obat tersebut belum larut (masih terdapat butir–butir) maka sebaiknya dipanaskan hingga butir–butir hilang, yang disebut kamar gelap ialah ruangan yang tidak langsung mendapat sinar. Terangnya ruangan
karena sinar lampu tidak mempunyai pengaruh terhadap larutan chrom. Ruang gelap dalam proses tidak sama pekat dengan ruang gelap

2. Penyemiran/Pemolesan Obat Afdruk (dalam kamar gelap).

Pemolesan/penyemiran bahan peka cahaya (obat afdruk) pada permukaan screen dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

a. Pemolesan dengan penggaris siku dapat menghasilkan lapisan chrom merata serta tebal lapisan cukup baik. Cara ini tidak menimbulkan busa pada lapisan chrom.
b. Pemolesan dengan menggunakan kwas menghasilkan lapisan yang tebal–tipis tidak merata dan tidak halus, serta agak berbusa karena diakibatkan oleh serabut kwas, tetapi cukup baik pada hasil pengafdrukan.
c. Pemolesan dengan menggunakan Rakel. Seperti halnya penggaris siku, rakel juga dapat berfungsi sebagai alat pemoles bahan peka cahaya (obat afdruk) dengan hasil yang cukup merata dan baik.
d. Pemolesan dengan menggunakan Central Coater. Alat ini memang dibuat khusus untuk dipergunakan sebagai alat pemoles bahan peka cahaya (obat afdruk) pada permukaan screen. Terbuat dari bahan stainless steel yang dilapisi bahan monyl sehingga tidak mudah berkarat dan tidak merusak anyaman kain screen. Berbentuk menyerupai tempat pensil yang salah sisi panjang dibuat agak miring, guna memudahkan proses pelapisan.

3. Pengeringan (dalam kamar gelap)

Pengeringan screen yang telah selesai dilapisi oleh bahan peka cahaya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

a. Pengeringan dengan cara menggunakan kompor.
Pengeringan dengan cara ini, yaitu dengan jalan dipanaskan atau digarangkan di atas permukaan kompor yang terlebih dahulu ditutupi dengan selembar/sepotong seng sebagai pengaman agar api tidak mengenai langsung permukaan screen. Jarak antara kompor
dengan screen sekitar ± 50 cm, serta dilakukan gerakan secara teratur. Pengeringan dengan kompor sangat berbahaya.

b. Pengeringan dengan menggunakan Hair Dryer/Kipas angin
Pengeringan dengan cara ini pada prinsipnya sama dengan kompor, hanya saja pelaksanaannya lebih mudah.

c. Pengeringan dengan open
Pengeringan dengan cara ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan mesin kontak screen, yang dibuat khusus. Hasilnya lebih cepat dan hasil pengeringannya dapat merata luar dan dalam.

4. Penempatan Film/Model

Penempatan film atau model adalah menempatkan film di atas permukaan screen sesuai dengan posisi cetak yang diinginkan. Penempatan film pada screen sebaiknya direkatkan dengan isolatip bening pada sisi yang berlawanan untuk menghindari terjadinya pergeseran possisi film selama pengontakan. Pemasangan film pada permukaan screen disesuaikan dengan bagian mana bahan akan dicetak (bisa terbaca atau tidak terbaca) dari posisi kita. Di atas film ditempatkan kaca bening setebal lebih kurang 5 mm, dan di bawah screen ditempatkan pula bantalan pengalas.

5. Pengafdrukan (Penyinaran)

Proses pengafdrukan untuk menghasilkan acuan cetak sablon pada permukaan screen adalah sama meskipun bahan dan alat yangdipergunakan berbeda. Adapun proses pengafdrukan itu sendiri dapat dilakukan dalam cara, yaitu:

a. Penyinaran Dengan Sinar Matahari
Penyinaran dengan menggunakan sinar matahari adalah penyinaran yang paling ekonomis dan lebih cepat, karena sinar yang dibutuhkan yaitu, sinar ultra violet spenuhnya terdapat pada sinar matahari. Kelemahan dari penyinaran ini, apabila terjadi kelebihan sinar hasil afdrukan agak sulit dikembangkan (dibuka), sebaliknya apabila
kekurangan sinar mudah rontok.

b. Penyinaran Dengan Lampu Meja Kontak atau Mesin Kontak
Penyinaran dengan lampu memerlukan biaya tambahan atau kurang ekonomis. Kelebihan dari penyinaran sistem ini waktu lebih mudah diatur, sehingga terjadinya kelebihan sinar dapat dihindari dan tidak memerlukan perpindahan tempat yang jauh untuk melakukan pengontakan seperti halnya pengontakan dengan sinar matahari.

6. Mencuci (membangkitkan gambar)

Pelaksanaan mencuci untuk menimbulkan gambar dilakukan dalam kamar gelap (situasi tidak langsung menerima sinar). Gambar yang membekas dalam screen dicuci untuk ditimbulkan gambarnya (gunakan air dingin). Jika dibalik screen sudah tampak tanda–tanda menembus air melalui bagian bergambar, berartii hasil penyinaran (afdruk) baik.

Sampai pada tahap ini pengaruh kepekaan obat pembangkit sudah tidak berpengaruh lagi, screen dapat dicuci dengan bebas tanpa perlu membatasi sentuhan sinar. Lapisan chrom pada bagian bergambar yang telah bereaksi dengan air, tidak mempunyai pengaruh kepekaan terhadap sinar.

a Setelah penyinaran, screen dicuci dengan air dingin. Jika terdapat bagian gambar yang tidak tertembus air, maka perlu dengan air panas. Pemanfaatan air panas dalam hal ini ialah untuk melemahkan lapisan yang tidak larut oleh sentuhan air dingin.

b. Tabir screen dikeringkan dengan kain (kertas serap). Penyerapan tabir tidak boleh digerak–gerakkan. Cukup hanya ditekan–tekan sampai bekas–bekas air terserap seluruhnya. Gerakan–gerakan kain diatas tebir (screen) dapat merusak lapisan chrom. Screen dikeringkan (disinarkan pada matahari). Usahakan penyinaran tidak berlebihan.

7. Tursir (penyempurnaan)

Mentursir dilaksanakan dalam kamar gelap. Hasil pengolahan dalam langkah menimbulkan gambar mungkin saja dapat terjadi kerusakan-kerusakan kecil. Seperti terdapatnya lubang–lubang kecil sebagai akibat gesekan–gesekan pada tabir. Untuk mengatasi hal ini maka diadakan perbaikan–perbaikan seperlunya. Screen yang telah dikeringkan belum dapat langsung digunakan mencetak. Keadaan lapisan chrom masih harus diteliti untuk selanjutnya disempurnakan. Jika pada bagian gambar terdapat lubang–lubang maka pada bagian tersebut dilakukan perbaikan dengan membubuhi obat pembangkit. Kuwas kecil digunakan sebagai alat melapisi chrom pada daerah berlubang. Lakukan pemolesan pada daerah bergambar dengan hati–hati, jangan menyentuh bagian gambar. Selanjutnya pada bagian diluar gambar, dipoleskan keseluruhan dengan obat pembangkit (obat afdruk). Pada bagian tepi bingkai diberi lapisan kertas semen atau kertas minyak (masih menggunakan obat afdruk).

MENGENAL BAHAN AFDRUK SABLON KAOS

BAHAN AFDRUK (PEKA CAHAYA)

1. ULANO

Bahan peka cahaya Ulano adalah obat afdruk dalam bentuk pasta yang siap pakai. Bahan peka cahaya Ulano dibuat khusus untuk melapisi screen dengan daya tahan tinggi terhadap pengaruh gesekan rakel, cuaca dan bahan pencampur tinta baik minyak maupun air.Berdasarkan penggunaannya, bahan peka cahaya Ulano dibagi menjadi dua bagian yaitu:

Ulano 133
Bahan ini merupakan obat afdruk berbasis minyak siap pakai dan berwarna kuning, memiliki daya tahan yang sangat kuat dan tidak mudah terkikis oleh bahan cat atau tinta yang campurannya mempergunakan bahan minyak seperti M3, M4 Terpin, Bensin maupun minyak tanah.

Ulano TZ – TZD
Seperti halnya ulano 133, ulano TZ juga merupakan bahan afdruk yang paling baik dibandingkan dengan bahan peka cahaya sejenis dan khusus dipergunakan untuk melapisi screen basis air memiliki daya tahan yang kuat serta tidak mudah terkikis oleh bahan cat/tinta berbasis air seperti
tekstil color, pigmen, printing paste dan semua bahan cetak yang mengandung air.

Ulano TZ dibuat khusus untuk screen dengan mencetak kaos sprei, spanduk, batik dan jenis bahan lainnya. Untuk menghasilkan gambar raster halus sampai kepadatan 80% dapat dihasilkan dengan baik tanpa bahan khusus.

2. BAHAN PEKA SUPERXOL

Bahan peka superxol juga adalah bahan yang siap pakai karena tidak memerlukan air panas lagi untuk mengencerkan tatapi cukup dicampur dengan bahan sensistizer (cairan yang membuat emulsi menjadi peka terhadap sinar utra violet). Dijual dalam botol ukuran ¼ kg dan terdiri dari dua bagian yaitu Emulsion dan sensitizer. Bahan ini dikeluarkan dalam dua fungsi yaitu:

A. Bahan Peka Cahaya SUPERXOL 188
Merupakan bahan peka cahaya yang sangat efisien berbentuk pasta dan siap pakai. Bahan ini sangat baik digunakan untuk mencetak dengan tinta basis minyak, dibuat khusus untuk melapisi screen nomer T 120 – T 200 / 200 S.

B. Superxol TX
Merupakan bahan peka cahaya khusus dibuat untuk melapisi screen untuk cetak TEXTILE SCREEN EMULSION dengan nomor screen T90 – T32.

3. DIEMA

Bahan peka cahaya diema dibuat khusus untuk melapisi permukaan screen basis minyak dan basis air dengan kualitas yang tidak berbeda jauh dari ulano atau superxol. Sebagaimana bahan peka cahaya bentuk pasta yang lainnya diema juga melengkapi dengan diema basis minyak dan diema tekstile yang keduanya mempunyai kemampuan cetak tinggi apabila digunakan pada alat screen yang sesuai fungsinya. Bahan ini terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Diema basis minyak
2. Diema Textile

4. DIASOL
Bahan peka cahaya ini tidak berbeda jauh dengan bahan peka pasta lainnya terdiri dari 1 (satu) bagian campuran yaitu campuran antara:

1 Polyninge Alcohol (berbentuk bubuk putih halus) OZ, air 10 –11 OZ.
2 Potassin Bichromate atau Amninocan Bichromate ¼ OZ.

BAHAN PENGHAPUS OBAT AFDRUK ( PEKA CAHAYA)

Fungsi obat (bahan) penghapus ialah untuk menghilangkan gambar yang terdapat pada screen. Tujuannya ialah untuk menetralkan kembali tabir screen seperti keadaan semula.

Macam obat penghapus:
a) Soda Api
b) Pregant Paste
c) Sodium Hypocloride
d) Sodium Hypochloride.

a) SODA API

Bentuk soda api ada yang berbentuk buti – butir kristal keeping, ada pula yang berbentuk batu. Gunanya untuk membersihkan / menghapus bekas–bekas gambar pada screen (alat cetak) agar screen dapat digunakan kembali. Daya hapus sangat kuat, dapat menghilangkan bekas–bekas cat terutama cat–cat yang yang telah mengering di permukaan tabir screen. Bahan ini mudah bereaksi dengan logam atau sejenisnya.

Cara mengolah
1 10 gr soda api + 40 cc air.
2 Campuran tersebut diolah dalam mangkuk plastik.
3 Larutan benar–benar hingga keping–keping soda hilang.
4 Gunakan sendok plastik untuk mengolah.
5 Campuran (larutan) ini disimpan pada tempat yang aman

b) PREGANT PASTE

Bentuk bahan pasta berwarna kuning gading. Pregnant paste berfungsi sebagai larutan penghapus, berdaya hapus tinggi. Pregnant paste mampu menghilangkan bekas–bekas cat /noda yang ditinggalkan oleh lapisan dhromatine maupun chrom gelatine. Noda–noda atau bekas–bekas gambar yang tidak hilang oleh larutan soda api, dapat dihilangkan dengan menggunakan pregnant paste.

Cara menggunakan:
a. Tempatkan sebagian pregant paste dalam mangkuk plastik dengan ukuran: Pregant paste + air = 1 : 1 (sendok).
b. Gunakan batang kayu yang ujungnya dibalut kain (kapas). Dengan alat ini paste diolaskan pada pemukaan screen. Lakukan pemolesan dengan merata luar dan dalam.
c. Jika hanya terdapat beberapa bagian noda – noda pada screen, maka pada bagian tersebut saja yang dioleskan.
d. Screen didiamkan selama + 30 menit (lebih lama lebih baik). Tujuan agar larutan pregnant dapat meresap dengan baik.
e. Screen dibersihkan (dicuci) dengan air sampai bersih. Pencucian dapat dibantu dengan air panas.
f. Gunakan kertas untuk menggosok pada bagian luar dan dalam saling menekan. Cara ini sangat baik, dapat merontokkan bagian yang masih kotor.

c) REDUCER P.V.C.

Reducer PVC merupakan minyak penyampur tinta–tinta PVC yang memiliki ciri khusus cepat mengering dalam segala situasi. Dengan  adanya kenyataan ini, maka Reducer PVC hanya digunakan sebagai bahan pembantu menghapus. Sebagai contoh: Ketika membersihkan screen (bekas cetak PVC), terdapat bagian-bagian tertinggal oleh lapisan tinta PVC.

Cara menggunakan:
1. Gunakan kapas, celupkan pada larutan reducer.
2. Poleskan pada bagian luar dan dalam (daerah bergambar).
3. Diamkan 5 menit sampai minyak bereaksi
4. Ulangi langkah tersebut dari bagian luar dan dalam.

Selanjutnya bersihkan bekas–bekas larutan dengan kapas kering (kertas bekas) dari bagian luar dan dalam saling menekan. Lakukan berulang kali sampai bekas – bekas cat hilang.

d) SODIUM HYPOCHLORIDE

Merupakan cairan berwarna bening (bukan jenis minyak). Gunanya untuk menghapus bekas–bekas gambar yang ditinggalkan oleh pembangkit Super Emulsion

Cara menggunakan:
1 Gunakan kayu yang ujungnya dibalut kain, selanjutnya poleskan larutan sodium pada permukaan screen luar dan dalam.
2 Diamkan selama 15 menit (lebih).
3 Gunakan kertas bekas, gosokan pada bagian bergambar luar dandalam.
4 Lakukan langkah ini berulang kali hingga bersih.

BAHAN PENGUAT (Pelindung lapisan screen)

Yang dimaksud dengan bahan penguat ialah cairan yang berfungsi sebagai pelindung lapisan obat afdruk pada screen (dalam hal ini screen sheet). Dengan dibubuhinya obat penguat maka lapisan chrom tidak mudah aus oleh gesekan rakel (tidak mudah terpengaruh oleh sentuhan cat kain). Misalnya, sebuah gambar yang telah dijadikan screen sheet berdasarkan pengafdrukan, menjadi lebih kuat setelah diberi lapisan oleh bahan penguat. Dengan demikian maka ketahanan screen sheet terjamin dan mampu mencetak dalam jumlah banyak.

Jenis bahan penguat ada beberapa macam, namun tidak seluruhnya sama kekuatannya. Penguat yang umum digunakan sehubungan dengan kebutuhan sablon ialah:

1. Vernis Sintetis
2. Screen Lack
3. Retusir Lack
4. Ulano 6 (Screen Filter)
5. Ulano 5/Catalist
6. Harte Mittel T.

BAHAN TERCETAK

Bahan – bahan tercetak yang dimaksud dalam hal ini adalah semua bahan atau benda yang dapat dicetak menggunakan teknik cetak sablon/Saring.

Bahan Cetak Basis Air

Yang dimaksud dengan bahan cetak basis air adalah segala bahan cetak yang memiliki daya serap tinggi dan biasanya pengencer tintanya menggunakan air. Adapun bahan-bahan tersebut adalah semua bahan tekstil, seperti kain tetoron dengan segala jenisnya, kain famatex, kain drill, dan lain-lain. Demikian pula termasuk segala jenis kaos, seperti kaos Hi–kid, Pe, Tc, Bz, Misty, Jeruk, Lakos, Cotton Cardet, Cotton Combet, Cotton ML, Deadora, spanduk, dan lain-lain.

Bahan tekstil dan kaos kebanyakan dicetak dengan teknik screen printing, baik secara gulungan dan maupun secara lembaran atau dengan mesin maupun dengan sistem manual. Dalam hal warna baik tekstil maupun kaos memiliki sifat tersendiri terhadap tinta cetak sablon, sehingga penggunaan bahan cetak harus memperhatikan warna dari bahan yang akan diproduksi.

SUMBER : MODUL RGA

Membangun Bisnis Sablon Kaos di Jogja

Bisnis ini memang memiliki peluang yang baik. Masih banyak orang yang menjadikan T-shirt sebagai cendera mata atau pakaian kasual yang memang cocok untuk iklim negara kita. Mari kita belajar dari pebisnis yang berhasil dalam bidang ini. Sebut saja Dagadu dari Yogya,Joger dari Bali dan C-59 dari Bandung. Salah satu keberhasilan mereka adalah karena mereka memiliki desain yang orisinil dan khas!

Kunci sukses dalam bisnis sablon kaos ini adalah desain.Nah, ciptakan desain-desain yang baik dan unik agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting jika Anda memang ingin membangun brand atau merek sendiri.

Tentu amat berbeda jika untuk ’sekadar’ membuat sablon kaos biasa. Desain menjadi tidak penting karena desain dapat diambil dari mana saja. Contohnya, nama klub dan logo sepak bola dari Liga Italia, Liga Inggris, atau Liga Indonesia, merek-merek terkenal, atau sablon kaos untuk kepentingan instansi atau sekolah.

Desain kaos yang ‘biasa’ ini memang banyak diperjualbelikan di pasar atau toko mana saja karena sifatnya yang umum. Risikonya ya harus bertarung dengan yang lain, apalagi harga kaos seperti ini bisa dibawah 20 ribu rupiah. Anda harus membuatnya dalam jumlah banyak agar skala ekonomis terpenuhi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mutu, baik mutu kaos maupun mutu pengerjaan sablonnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh tentu akan merusak hasil yang diharapkan. Pengetahuan cara menyablon memang harus dikuasai.untuk mempersingkat learning curve (kurva pengetahuan) dan bisnis Anda, Anda dapat melakukannya dengan menerima tukang sablon yang berpengalaman bekerja pada bisnis Anda. Dengan cara seperti ini, bisnis Anda dapat cepat terwujud.setelah desain ada,produknya jadi, tentu pasarnya yang kita tuju.

Bagaimana strateginya?

Secara ringkas, untuk produk sablon yang ‘biasa’ tentu Anda harus memiliki distributor yang banyak di setiap pasar, toko bahkan kaki lima untuk memasarkannya. Juga hubungan yang baik dengan instansi atau sekolah yang memerlukan seragam olahraga atau acara dengan memberikan proposal dan harga yang rasional.

Untuk desain kaos dengan merek sendiri, tentu lebih khusus lagi. Memiliki toko sendiri atau gerai tersendiri di department store tertentu atau butik-butik tertentu akan mendongkrak citra produk Anda. Harga kaos Anda pun dapat sedikit di atas rata-rata. Penempatan lokasi jual produk juga harus Anda perhatikan. Dekatkan dengan konsumen yang hendak Anda tuju.